Translate

Rabu, 20 November 2013

CERPEN

CERPEN PERTAMA KU
semoga suka ya


DIAKAH JODOHKU???

            Laila ,biasa dia dipanggil adalah gadis cantik yang berpenampilan anggun dan muslimah. Dia adalah anak yang dilahirkan dalam keluarga religious ,sehingga dia pun tak pernah merasakan dekat dengan lelaki ,jangankan dekat berbicara pun ia dibatasi. Tapi Laila tak pernah merasa bahwa anak yang kurang gaul ,dia selalu enjoy menjalani hidupnya. Sampai waktu ketika Laila lulus kuliah ,dia mulai berpikir “Kapankah jodohku datang?” “Apakah aku bisa mendapat jodoh dengan penampilan ku dan prinsip hidupku  seperti ini,yang tak bisa mengenal lelaki secara dekat?” “Apakah ada laki-laki yang mau menikahi ku dengan segala kelebihan dan kekurangan ku?”
            Hari demi hari pertanyaan-pertanyaan itu terus memenuhi kepalanya,Laila dilanda rasa gelisah yang setiap hari menghantuinya. Tapi apa boleh buat yang bisa dia lakukan hanyalah menunggu ,menunggu lelaki yang akan datang melamarnya. Beberapa hari kemudian tanpa diduga-duga tante Laila yang bernama Ana tinggal di Manado datang ke rumah Laila di Jogja ,Laila sangat senang karena sudah lama dia tidak bertemu tantenya ,tanpa basa-basi Laila pun langsung memeluk dan mencium tangan tantenya.

“Ehmm tante apa kabar?” Tanya Laila

“Alhamdulillah tante baik Laila ,Laila sendiri gimana kabarnya?”

“Laila baik tante,Cuma Laila sekarang lagi sedih dan bingung”

“Uhh sedih kenapa sih ponakan tante yang cantik ini,cerita donk sama tante” (tante menggoda Laila sambil tersenyum)

“Iya tante nanti Laila pasti cerita sama tante ,yang penting tante istirahat dulu kan baru nyampe”

“Iya deh kalo gitu ,tante istirahat dulu ya sayang”

            Kemudian malam pun tiba ,malam itu Laila sedang duduk diteras rumahnya seraya menikmati sejuknya angin malam yang menyapa tubuhnya. Tiba-tiba

“Laila” tantenya menepuk bahu Laila

“Eh tante,ngagetin Laila aja deh”

“Kamu ngapain malam-malam sendirian di teras ,nanti kalo tiba-tiba ada putih-putih muncul gimana”

“Ah tante ini ,Laila sudah gede ga takut sama yg begituan” (dengan senyum masam)

“Hehe iya deh ,jadi kamu ngapain disini?”

“Emm Laila Cuma lagi mikir soal hidup Laila tante”

“Loh memangnya kenapa Laila? Tante liat hidupmu sudah sempurna ,sudah lengkap dan apa yang kamu impi-impikan selama ini sudah tercapai kan” (tante menatap Laila dengan rasa penasaran)

“Iya tante Laila bersyukur atas semua karunia Allah yang diberikan pada Laila ,Laila sudah diberikan kenikmatan yang luar biasa ini. Tapi sebenernya masih ada satu lagi yang mengganjal di hati Laila”

Seraya mengangguk-ngangguk tantenya bertanya “Apa itu sayang?”

(sambil menghela nafas Laila bercerita)“hmmm Laila ingin menikah tante ,soalnya umur Laila sudah cukup untuk membina mahligai rumah tangga”

“Bagus donk itu sayang ,trus apa yg bikin kamu bingung?” (tantenya bertanya heran)

(dengan menunduk Laila pun menjawab) “Hmm tante ini keinginan menikah itu memang ada ,tapi yang bikin bingung itu siapa yang mau menikahi Laila tante? ,Laila punya kenalan atau temen cowok aja ga ,gimana laki-laki bisa datang ke Laila?”

“Oh oh itu toh yang dipusingin ,ehm kamu tau ga sebenernya tujuan tante datang kesini?”

“Ya berkunjung ,apalagi memangnya?”

“Salah ,tante itu selain berkunjung juga ada maksud lain. Tante mau ngenalin kamu seorang lelaki ,dia anaknya temen tante dan sekarang dia lagi cari istri yang mau terima dia apa adanya”

“Ah yang bener tante? Siapa namanya? Tante ada fotonya ga?” (Laila bergeser mendekat ke tantenya)

“Namanya Agung ,kamu pernah kok ketemu sama dia pas masih SMA waktu kamu liburan ke rumah tante di Manado”

            Seketika Laila pun teringat waktu dia liburan di Manado ,waktu itu dia pernah sekali diajak tantenya ke acara ulang tahun anak tantenya yang rumahnya tidak jauh dari rumah tantenya. Sesampainya disana mereka pun langsung menuju kolam renang tempat diadakannya acara ulang tahun ,kemudian tanpa sengaja Laila melihat seorang laki-lakin dengan wajah tampan ,badannya tinggi dan tegap sedang berada di samping anak yang berulang tahun. Tanpa ragu dia pun bertanya pada tantenya.

“Tante itu siapa yang berdiri di samping anak yang ulang tahun?”

“Oh itu kakaknya ,dia juga anaknya temen tante namanya Agung tapi dia tuna rungu Laila”

“Tuna rungu itu apa tante? Laila ga tau”

“Tuna rungu itu ga bisa dengar sayang ,tapi dia itu anaknya baik rajin sholat ,hobinya itu baca buku dan ga pernah nongkrong-nongkrong ga jelas sama temannya”

            Dalam hati Laila pun berkata “Wah subhanallah ,Allah itu maha besar ,Allah menciptakan dia dengan segala kesempurnaa fisik yang tampan dan keluarganya pun terbilang terhormat ,tapi Allah berikan dia satu kekurangan yang mungkin Allah mau dia itu dekat sama Allah.
Tak lama Laila dan tantenya pun pulang ke rumah. Keseokan harinya Laila kembali lagi ke Jogja karena masa liburannya telah habis dan dia harus kembali sekolah.
Sampai di Jogja Laila menjalani hari-harinya seperti biasa ,sekolah,ngaji,baca buku. Dan akhirnya liburan datang lagi tapi Laila tidak liburan ke Manado ,dia menghabiskan waktu liburannya dirumah dengan membaca novel-novel islami ,Laila mempunyai koleksi yang sangat lengkap di rumahnya. Ada salah satu koleksi novel Asma nadia yang judulnya AISYAH PUTRI seri 1,2 dan 3 ,tapi Laila hanya memiliki yang seri 1 dan 3 ,dia mencari ke seluruh toko buku di sekitar Jogja itu ga ada ,dia ga nemu novel itu. Sampai waktu ketika Laila liburan ke Manado ,tiba-tiba tantenya kasih dia buku.

“Laila ini buku dari Agung ,anaknya temen tante yang waktu itu”
            Tanpa diduga-duga Agung memberikan Laila novel seri ke 2 yang selama ini dia cari.
“Alhamdulillah ini novel yang kucari banget ,ga nyangka ada yang ngasih”Mungkin ini sinyal yang diberikan Allah untuk Laila ,tapi saat itu Laila belum sadar.

            Setelah selesai mengingat kejadian itu ,Laila pun bertanya pada tantenya ,
“Trus kalo Agung cari istri ,apa hubungannya sama Laila? (sambil mengangkat alis)

“Ya siapa tau Laila mau menikah sama dia”

“Iya tante kalo memang dia jodoh yang sudah ditakdirkan untuk Laila ,Laila siap tapi Laila mau ngmong sama abah dan umi dulu”

            Keesokan harinya pagi-pagi sekali Laila pun berbicara pada orang tuanya  di ruang keluarga ,Laila berkata

“Abah umi Laila mau menikah sama Agung lelaki yang dikenalkan tante ke Laila ,tapi Laila belum ada ketemu orangnya ,Laila hanya melihat fotonya dan dia pun hanya melihat foto Laila”

“Sebelumnya abah mau tanya dulu ,kamu sanggup ga? (abah meyakinkan Laila kembali) Kamu bisa ga terima dia dengan segala keterbatatasan yang dia miliki karena yang abah tau dia tuna rungu kan! Karena menikah itu bukan untuk main-main dan bukan untuk sehari dua hari. Nah kalo abah sama umi serahkan semua keputusan ke kamu karena kamu yang akan menjalani mahligai rumah tangga nanti”

“Abah Laila Cuma minta ridho ,kalo abah bilang iya Laila mau teruskan ,tapi kalu ga Laila ga teruskan”

“yaudah kalo gitu saran abah kamu lanjut aja sama dia ,semoga dia adalah jodoh terbaik yang dikirim Allah untuk kamu”

Laila pun akhirnya sudah mendapat restu dari orang tuanya ,tapi disitu hati Laila juga masih  belum mantap
Karena masih banyak timbul pertanyaan-pertanyaan “saya bisa ga ya?” “saya sanggup ga ya menjalani hubungan komunikasi dengan dia?” kemudian Laila pun berkonsultasi dengan guru ngajinya ,Laila menanyakan bagaimana pendapat guru ngajinya kalu dia menikah dengan Agung yang memiliki kekurangan. Dengan nada pelan gurunya pun menjawab “kamu adalah wanita yang mulia Laila kalau kamu menerima dia apa adanya” . Tapi jawaban dari guru ngajinya itu pun belum bisa membuat hati Laila mantap. Dengan proses yang sangat panjang Laila sholat istikharah ,Laila berdoa memohon petunjuk pada Allah ,tetapi sampai beberapa minggu Laila belum mendapatkan jawaban atas kebingungannya.
            Kemudian setelah berminggu-minggu dia dilanda kebingungan ,Laila pun mengirim sms ke seorang ustadz kenalan abahnya ,dia menceritakan pada ustadz bahwa ia sedang ta’aruf dengan seorang lelaki yang kondisinya tuna rungu dan bla bla bla ,Laila sms sangat panjang diantaranya Agung itu seorang tuna rungu ,ustadz apakah saya bisa menjalani hubungan rumah tangga ,apakah saya bisa menciptakan keharmonisan rumah tangga dengan suami yang mempunyai keterbatasan seperti ini ,sedangkan kunci keharmonisan rumah tangga itu adalah komunikasi. Beberapa jam Laila menunggu sms balasan dari ustadz ,akhirnya sang ustadz pun membalasnya dengan jawaban yang singkat dan langsung membuat wajah Laila seperti tertampar keras (Laila tertunduk) membaca jawaban sang ustadz yang berisi “KEHARMONISAN RUMAH TANGGA ITU BUKAN TERLETAK PADA KESEMPURNAAN PANCRA INDRA ,TAPI TERLETAK PADA KESIAPAN HATI UNTUK SALING MEMBERI DAN MENERIMA”. Seketika itu Laila pun menangis ,Laila berkata sebegitu sombongnya saya selama ini dengan cara berpikir bahwa saya adalah makhluk sempurna sedangkan Agung tidak. Kebetulan waktu Laila menerima sms itu Laila sedang berada di masjid ,Laila langsung sujud ,sholat dan berdoa “ya Allah kalau Agung memang jodoh saya ,saya mantap.
            Setelah Laila mendapatkan kemantapan hati ,dihari itu juga dia bicara ke abahnya

“bah ,sekarang Laila sudah siap untuk menikah dengan agung ,abah beri tahu keluarganya untuk melamar Laila”.

(Dengan tersenyum abahnya menjawab) “Alhamdulillah abah senang mendengarnya ,iya nanti abah bicarakan dengan keluarga Agung supaya segera melamar mu”.

Hari-hari Laila sekarang pun diliputi rasa bahagia karena ia akan segera menikah dengan
Agung ,lelaki yang diberikan Allah untuknya ,walau sudah beberapa tahun tidak pernah bertemu  Laila yakin Agung bisa menjadi imam yang baik untuk Laila dan anak-anaknya kelak.
            Akhirnya setelah melewati proses yang sangat panjang hari itupun tiba ,Agung menikahi Laila dengan mahar seperangkat alat sholat dan alqur’an dan mereka pun telah sah menjadi suami istri ,setelah selesai proses acara akad nikah Laila mengucapkan janji pada Agung(sambil memegang tangan Agung) “mas Agung semoga niat baik yang kita lakukan ini membawa berkah yang luar biasa untuk keluarga kita ,dan Laila berjanji akan menjadi istri yang solehah ,yang setia pada mas Agung ,yang selalu berada di sisi mas Agung dikala senang maupun susah. (Agung mengerti ucapan Laila dengan melihat gerak bibir Laila) mengetahui Laila berbicara seperti itu Agung sontak meneteskan air mata seraya berbicara dengan hanya gerakan bibir dan hanya sedikit suara yang bisa keluar dari mulutnya ,dia berkata
“Amin semoga doa-doa kebaikan ini akan selalu mengiringi rumah tangga kita ,saya pun berjanji akan menjadi suami yang baik untukmu ,akan menjadi imam yang baik untuk mu dan anak-anak kita ,akan selalu setia padamu ,dan rasa sayang ku takkan pernah berubah di kala suka maupun duka.


CERPEN PERTAMA KU... 
semoga suka


DIAKAH JODOHKU???

            Laila ,biasa dia dipanggil adalah gadis cantik yang berpenampilan anggun dan muslimah. Dia adalah anak yang dilahirkan dalam keluarga religious ,sehingga dia pun tak pernah merasakan dekat dengan lelaki ,jangankan dekat berbicara pun ia dibatasi. Tapi Laila tak pernah merasa bahwa anak yang kurang gaul ,dia selalu enjoy menjalani hidupnya. Sampai waktu ketika Laila lulus kuliah ,dia mulai berpikir “Kapankah jodohku datang?” “Apakah aku bisa mendapat jodoh dengan penampilan ku dan prinsip hidupku  seperti ini,yang tak bisa mengenal lelaki secara dekat?” “Apakah ada laki-laki yang mau menikahi ku dengan segala kelebihan dan kekurangan ku?”
            Hari demi hari pertanyaan-pertanyaan itu terus memenuhi kepalanya,Laila dilanda rasa gelisah yang setiap hari menghantuinya. Tapi apa boleh buat yang bisa dia lakukan hanyalah menunggu ,menunggu lelaki yang akan datang melamarnya. Beberapa hari kemudian tanpa diduga-duga tante Laila yang bernama Ana tinggal di Manado datang ke rumah Laila di Jogja ,Laila sangat senang karena sudah lama dia tidak bertemu tantenya ,tanpa basa-basi Laila pun langsung memeluk dan mencium tangan tantenya.

“Ehmm tante apa kabar?” Tanya Laila

“Alhamdulillah tante baik Laila ,Laila sendiri gimana kabarnya?”

“Laila baik tante,Cuma Laila sekarang lagi sedih dan bingung”

“Uhh sedih kenapa sih ponakan tante yang cantik ini,cerita donk sama tante” (tante menggoda Laila sambil tersenyum)

“Iya tante nanti Laila pasti cerita sama tante ,yang penting tante istirahat dulu kan baru nyampe”

“Iya deh kalo gitu ,tante istirahat dulu ya sayang”

            Kemudian malam pun tiba ,malam itu Laila sedang duduk diteras rumahnya seraya menikmati sejuknya angin malam yang menyapa tubuhnya. Tiba-tiba

“Laila” tantenya menepuk bahu Laila

“Eh tante,ngagetin Laila aja deh”

“Kamu ngapain malam-malam sendirian di teras ,nanti kalo tiba-tiba ada putih-putih muncul gimana”

“Ah tante ini ,Laila sudah gede ga takut sama yg begituan” (dengan senyum masam)

“Hehe iya deh ,jadi kamu ngapain disini?”

“Emm Laila Cuma lagi mikir soal hidup Laila tante”

“Loh memangnya kenapa Laila? Tante liat hidupmu sudah sempurna ,sudah lengkap dan apa yang kamu impi-impikan selama ini sudah tercapai kan” (tante menatap Laila dengan rasa penasaran)

“Iya tante Laila bersyukur atas semua karunia Allah yang diberikan pada Laila ,Laila sudah diberikan kenikmatan yang luar biasa ini. Tapi sebenernya masih ada satu lagi yang mengganjal di hati Laila”

Seraya mengangguk-ngangguk tantenya bertanya “Apa itu sayang?”

(sambil menghela nafas Laila bercerita)“hmmm Laila ingin menikah tante ,soalnya umur Laila sudah cukup untuk membina mahligai rumah tangga”

“Bagus donk itu sayang ,trus apa yg bikin kamu bingung?” (tantenya bertanya heran)

(dengan menunduk Laila pun menjawab) “Hmm tante ini keinginan menikah itu memang ada ,tapi yang bikin bingung itu siapa yang mau menikahi Laila tante? ,Laila punya kenalan atau temen cowok aja ga ,gimana laki-laki bisa datang ke Laila?”

“Oh oh itu toh yang dipusingin ,ehm kamu tau ga sebenernya tujuan tante datang kesini?”

“Ya berkunjung ,apalagi memangnya?”

“Salah ,tante itu selain berkunjung juga ada maksud lain. Tante mau ngenalin kamu seorang lelaki ,dia anaknya temen tante dan sekarang dia lagi cari istri yang mau terima dia apa adanya”

“Ah yang bener tante? Siapa namanya? Tante ada fotonya ga?” (Laila bergeser mendekat ke tantenya)

“Namanya Agung ,kamu pernah kok ketemu sama dia pas masih SMA waktu kamu liburan ke rumah tante di Manado”

            Seketika Laila pun teringat waktu dia liburan di Manado ,waktu itu dia pernah sekali diajak tantenya ke acara ulang tahun anak tantenya yang rumahnya tidak jauh dari rumah tantenya. Sesampainya disana mereka pun langsung menuju kolam renang tempat diadakannya acara ulang tahun ,kemudian tanpa sengaja Laila melihat seorang laki-lakin dengan wajah tampan ,badannya tinggi dan tegap sedang berada di samping anak yang berulang tahun. Tanpa ragu dia pun bertanya pada tantenya.

“Tante itu siapa yang berdiri di samping anak yang ulang tahun?”

“Oh itu kakaknya ,dia juga anaknya temen tante namanya Agung tapi dia tuna rungu Laila”

“Tuna rungu itu apa tante? Laila ga tau”

“Tuna rungu itu ga bisa dengar sayang ,tapi dia itu anaknya baik rajin sholat ,hobinya itu baca buku dan ga pernah nongkrong-nongkrong ga jelas sama temannya”

            Dalam hati Laila pun berkata “Wah subhanallah ,Allah itu maha besar ,Allah menciptakan dia dengan segala kesempurnaa fisik yang tampan dan keluarganya pun terbilang terhormat ,tapi Allah berikan dia satu kekurangan yang mungkin Allah mau dia itu dekat sama Allah.
Tak lama Laila dan tantenya pun pulang ke rumah. Keseokan harinya Laila kembali lagi ke Jogja karena masa liburannya telah habis dan dia harus kembali sekolah.
Sampai di Jogja Laila menjalani hari-harinya seperti biasa ,sekolah,ngaji,baca buku. Dan akhirnya liburan datang lagi tapi Laila tidak liburan ke Manado ,dia menghabiskan waktu liburannya dirumah dengan membaca novel-novel islami ,Laila mempunyai koleksi yang sangat lengkap di rumahnya. Ada salah satu koleksi novel Asma nadia yang judulnya AISYAH PUTRI seri 1,2 dan 3 ,tapi Laila hanya memiliki yang seri 1 dan 3 ,dia mencari ke seluruh toko buku di sekitar Jogja itu ga ada ,dia ga nemu novel itu. Sampai waktu ketika Laila liburan ke Manado ,tiba-tiba tantenya kasih dia buku.

“Laila ini buku dari Agung ,anaknya temen tante yang waktu itu”
            Tanpa diduga-duga Agung memberikan Laila novel seri ke 2 yang selama ini dia cari.
“Alhamdulillah ini novel yang kucari banget ,ga nyangka ada yang ngasih”Mungkin ini sinyal yang diberikan Allah untuk Laila ,tapi saat itu Laila belum sadar.

            Setelah selesai mengingat kejadian itu ,Laila pun bertanya pada tantenya ,
“Trus kalo Agung cari istri ,apa hubungannya sama Laila? (sambil mengangkat alis)

“Ya siapa tau Laila mau menikah sama dia”

“Iya tante kalo memang dia jodoh yang sudah ditakdirkan untuk Laila ,Laila siap tapi Laila mau ngmong sama abah dan umi dulu”

            Keesokan harinya pagi-pagi sekali Laila pun berbicara pada orang tuanya  di ruang keluarga ,Laila berkata

“Abah umi Laila mau menikah sama Agung lelaki yang dikenalkan tante ke Laila ,tapi Laila belum ada ketemu orangnya ,Laila hanya melihat fotonya dan dia pun hanya melihat foto Laila”

“Sebelumnya abah mau tanya dulu ,kamu sanggup ga? (abah meyakinkan Laila kembali) Kamu bisa ga terima dia dengan segala keterbatatasan yang dia miliki karena yang abah tau dia tuna rungu kan! Karena menikah itu bukan untuk main-main dan bukan untuk sehari dua hari. Nah kalo abah sama umi serahkan semua keputusan ke kamu karena kamu yang akan menjalani mahligai rumah tangga nanti”

“Abah Laila Cuma minta ridho ,kalo abah bilang iya Laila mau teruskan ,tapi kalu ga Laila ga teruskan”

“yaudah kalo gitu saran abah kamu lanjut aja sama dia ,semoga dia adalah jodoh terbaik yang dikirim Allah untuk kamu”

Laila pun akhirnya sudah mendapat restu dari orang tuanya ,tapi disitu hati Laila juga masih  belum mantap
Karena masih banyak timbul pertanyaan-pertanyaan “saya bisa ga ya?” “saya sanggup ga ya menjalani hubungan komunikasi dengan dia?” kemudian Laila pun berkonsultasi dengan guru ngajinya ,Laila menanyakan bagaimana pendapat guru ngajinya kalu dia menikah dengan Agung yang memiliki kekurangan. Dengan nada pelan gurunya pun menjawab “kamu adalah wanita yang mulia Laila kalau kamu menerima dia apa adanya” . Tapi jawaban dari guru ngajinya itu pun belum bisa membuat hati Laila mantap. Dengan proses yang sangat panjang Laila sholat istikharah ,Laila berdoa memohon petunjuk pada Allah ,tetapi sampai beberapa minggu Laila belum mendapatkan jawaban atas kebingungannya.
            Kemudian setelah berminggu-minggu dia dilanda kebingungan ,Laila pun mengirim sms ke seorang ustadz kenalan abahnya ,dia menceritakan pada ustadz bahwa ia sedang ta’aruf dengan seorang lelaki yang kondisinya tuna rungu dan bla bla bla ,Laila sms sangat panjang diantaranya Agung itu seorang tuna rungu ,ustadz apakah saya bisa menjalani hubungan rumah tangga ,apakah saya bisa menciptakan keharmonisan rumah tangga dengan suami yang mempunyai keterbatasan seperti ini ,sedangkan kunci keharmonisan rumah tangga itu adalah komunikasi. Beberapa jam Laila menunggu sms balasan dari ustadz ,akhirnya sang ustadz pun membalasnya dengan jawaban yang singkat dan langsung membuat wajah Laila seperti tertampar keras (Laila tertunduk) membaca jawaban sang ustadz yang berisi “KEHARMONISAN RUMAH TANGGA ITU BUKAN TERLETAK PADA KESEMPURNAAN PANCRA INDRA ,TAPI TERLETAK PADA KESIAPAN HATI UNTUK SALING MEMBERI DAN MENERIMA”. Seketika itu Laila pun menangis ,Laila berkata sebegitu sombongnya saya selama ini dengan cara berpikir bahwa saya adalah makhluk sempurna sedangkan Agung tidak. Kebetulan waktu Laila menerima sms itu Laila sedang berada di masjid ,Laila langsung sujud ,sholat dan berdoa “ya Allah kalau Agung memang jodoh saya ,saya mantap.
            Setelah Laila mendapatkan kemantapan hati ,dihari itu juga dia bicara ke abahnya

“bah ,sekarang Laila sudah siap untuk menikah dengan agung ,abah beri tahu keluarganya untuk melamar Laila”.

(Dengan tersenyum abahnya menjawab) “Alhamdulillah abah senang mendengarnya ,iya nanti abah bicarakan dengan keluarga Agung supaya segera melamar mu”.

Hari-hari Laila sekarang pun diliputi rasa bahagia karena ia akan segera menikah dengan
Agung ,lelaki yang diberikan Allah untuknya ,walau sudah beberapa tahun tidak pernah bertemu  Laila yakin Agung bisa menjadi imam yang baik untuk Laila dan anak-anaknya kelak.
            Akhirnya setelah melewati proses yang sangat panjang hari itupun tiba ,Agung menikahi Laila dengan mahar seperangkat alat sholat dan alqur’an dan mereka pun telah sah menjadi suami istri ,setelah selesai proses acara akad nikah Laila mengucapkan janji pada Agung(sambil memegang tangan Agung) “mas Agung semoga niat baik yang kita lakukan ini membawa berkah yang luar biasa untuk keluarga kita ,dan Laila berjanji akan menjadi istri yang solehah ,yang setia pada mas Agung ,yang selalu berada di sisi mas Agung dikala senang maupun susah. (Agung mengerti ucapan Laila dengan melihat gerak bibir Laila) mengetahui Laila berbicara seperti itu Agung sontak meneteskan air mata seraya berbicara dengan hanya gerakan bibir dan hanya sedikit suara yang bisa keluar dari mulutnya ,dia berkata
“Amin semoga doa-doa kebaikan ini akan selalu mengiringi rumah tangga kita ,saya pun berjanji akan menjadi suami yang baik untukmu ,akan menjadi imam yang baik untuk mu dan anak-anak kita ,akan selalu setia padamu ,dan rasa sayang ku takkan pernah berubah di kala suka maupun duka.