semoga suka ya
DIAKAH
JODOHKU???
Laila ,biasa dia dipanggil adalah
gadis cantik yang berpenampilan anggun dan muslimah. Dia adalah anak yang
dilahirkan dalam keluarga religious ,sehingga dia pun tak pernah merasakan
dekat dengan lelaki ,jangankan dekat berbicara pun ia dibatasi. Tapi Laila tak
pernah merasa bahwa anak yang kurang gaul ,dia selalu enjoy menjalani hidupnya.
Sampai waktu ketika Laila lulus kuliah ,dia mulai berpikir “Kapankah jodohku
datang?” “Apakah aku bisa mendapat jodoh dengan penampilan ku dan prinsip
hidupku seperti ini,yang tak bisa
mengenal lelaki secara dekat?” “Apakah ada laki-laki yang mau menikahi ku
dengan segala kelebihan dan kekurangan ku?”
Hari demi hari pertanyaan-pertanyaan
itu terus memenuhi kepalanya,Laila dilanda rasa gelisah yang setiap hari
menghantuinya. Tapi apa boleh buat yang bisa dia lakukan hanyalah menunggu
,menunggu lelaki yang akan datang melamarnya. Beberapa hari kemudian tanpa
diduga-duga tante Laila yang bernama Ana tinggal di Manado datang ke rumah
Laila di Jogja ,Laila sangat senang karena sudah lama dia tidak bertemu
tantenya ,tanpa basa-basi Laila pun langsung memeluk dan mencium tangan
tantenya.
“Ehmm
tante apa kabar?” Tanya Laila
“Alhamdulillah
tante baik Laila ,Laila sendiri gimana kabarnya?”
“Laila
baik tante,Cuma Laila sekarang lagi sedih dan bingung”
“Uhh
sedih kenapa sih ponakan tante yang cantik ini,cerita donk sama tante” (tante
menggoda Laila sambil tersenyum)
“Iya
tante nanti Laila pasti cerita sama tante ,yang penting tante istirahat dulu
kan baru nyampe”
“Iya
deh kalo gitu ,tante istirahat dulu ya sayang”
Kemudian malam pun tiba ,malam itu
Laila sedang duduk diteras rumahnya seraya menikmati sejuknya angin malam yang
menyapa tubuhnya. Tiba-tiba
“Laila”
tantenya menepuk bahu Laila
“Eh
tante,ngagetin Laila aja deh”
“Kamu
ngapain malam-malam sendirian di teras ,nanti kalo tiba-tiba ada putih-putih
muncul gimana”
“Ah
tante ini ,Laila sudah gede ga takut sama yg begituan” (dengan senyum masam)
“Hehe
iya deh ,jadi kamu ngapain disini?”
“Emm
Laila Cuma lagi mikir soal hidup Laila tante”
“Loh
memangnya kenapa Laila? Tante liat hidupmu sudah sempurna ,sudah lengkap dan
apa yang kamu impi-impikan selama ini sudah tercapai kan” (tante menatap Laila
dengan rasa penasaran)
“Iya
tante Laila bersyukur atas semua karunia Allah yang diberikan pada Laila ,Laila
sudah diberikan kenikmatan yang luar biasa ini. Tapi sebenernya masih ada satu
lagi yang mengganjal di hati Laila”
Seraya
mengangguk-ngangguk tantenya bertanya “Apa itu sayang?”
(sambil
menghela nafas Laila bercerita)“hmmm Laila ingin menikah tante ,soalnya umur
Laila sudah cukup untuk membina mahligai rumah tangga”
“Bagus
donk itu sayang ,trus apa yg bikin kamu bingung?” (tantenya bertanya heran)
(dengan
menunduk Laila pun menjawab) “Hmm tante ini keinginan menikah itu memang ada
,tapi yang bikin bingung itu siapa yang mau menikahi Laila tante? ,Laila punya
kenalan atau temen cowok aja ga ,gimana laki-laki bisa datang ke Laila?”
“Oh
oh itu toh yang dipusingin ,ehm kamu tau ga sebenernya tujuan tante datang
kesini?”
“Ya
berkunjung ,apalagi memangnya?”
“Salah
,tante itu selain berkunjung juga ada maksud lain. Tante mau ngenalin kamu
seorang lelaki ,dia anaknya temen tante dan sekarang dia lagi cari istri yang
mau terima dia apa adanya”
“Ah
yang bener tante? Siapa namanya? Tante ada fotonya ga?” (Laila bergeser
mendekat ke tantenya)
“Namanya
Agung ,kamu pernah kok ketemu sama dia pas masih SMA waktu kamu liburan ke rumah
tante di Manado”
Seketika Laila pun teringat waktu
dia liburan di Manado ,waktu itu dia pernah sekali diajak tantenya ke acara
ulang tahun anak tantenya yang rumahnya tidak jauh dari rumah tantenya.
Sesampainya disana mereka pun langsung menuju kolam renang tempat diadakannya
acara ulang tahun ,kemudian tanpa sengaja Laila melihat seorang laki-lakin dengan
wajah tampan ,badannya tinggi dan tegap sedang berada di samping anak yang
berulang tahun. Tanpa ragu dia pun bertanya pada tantenya.
“Tante
itu siapa yang berdiri di samping anak yang ulang tahun?”
“Oh
itu kakaknya ,dia juga anaknya temen tante namanya Agung tapi dia tuna rungu
Laila”
“Tuna
rungu itu apa tante? Laila ga tau”
“Tuna
rungu itu ga bisa dengar sayang ,tapi dia itu anaknya baik rajin sholat
,hobinya itu baca buku dan ga pernah nongkrong-nongkrong ga jelas sama
temannya”
Dalam hati Laila pun berkata “Wah
subhanallah ,Allah itu maha besar ,Allah menciptakan dia dengan segala
kesempurnaa fisik yang tampan dan keluarganya pun terbilang terhormat ,tapi
Allah berikan dia satu kekurangan yang mungkin Allah mau dia itu dekat sama
Allah.
Tak
lama Laila dan tantenya pun pulang ke rumah. Keseokan harinya Laila kembali
lagi ke Jogja karena masa liburannya telah habis dan dia harus kembali sekolah.
Sampai
di Jogja Laila menjalani hari-harinya seperti biasa ,sekolah,ngaji,baca buku.
Dan akhirnya liburan datang lagi tapi Laila tidak liburan ke Manado ,dia
menghabiskan waktu liburannya dirumah dengan membaca novel-novel islami ,Laila
mempunyai koleksi yang sangat lengkap di rumahnya. Ada salah satu koleksi novel
Asma nadia yang judulnya AISYAH PUTRI seri 1,2 dan 3 ,tapi Laila hanya memiliki
yang seri 1 dan 3 ,dia mencari ke seluruh toko buku di sekitar Jogja itu ga ada
,dia ga nemu novel itu. Sampai waktu ketika Laila liburan ke Manado ,tiba-tiba
tantenya kasih dia buku.
“Laila
ini buku dari Agung ,anaknya temen tante yang waktu itu”
Tanpa diduga-duga Agung memberikan
Laila novel seri ke 2 yang selama ini dia cari.
“Alhamdulillah
ini novel yang kucari banget ,ga nyangka ada yang ngasih”Mungkin ini sinyal
yang diberikan Allah untuk Laila ,tapi saat itu Laila belum sadar.
Setelah selesai mengingat kejadian
itu ,Laila pun bertanya pada tantenya ,
“Trus
kalo Agung cari istri ,apa hubungannya sama Laila? (sambil mengangkat alis)
“Ya
siapa tau Laila mau menikah sama dia”
“Iya
tante kalo memang dia jodoh yang sudah ditakdirkan untuk Laila ,Laila siap tapi
Laila mau ngmong sama abah dan umi dulu”
Keesokan harinya pagi-pagi sekali
Laila pun berbicara pada orang tuanya di
ruang keluarga ,Laila berkata
“Abah
umi Laila mau menikah sama Agung lelaki yang dikenalkan tante ke Laila ,tapi
Laila belum ada ketemu orangnya ,Laila hanya melihat fotonya dan dia pun hanya
melihat foto Laila”
“Sebelumnya
abah mau tanya dulu ,kamu sanggup ga? (abah meyakinkan Laila kembali) Kamu bisa
ga terima dia dengan segala keterbatatasan yang dia miliki karena yang abah tau
dia tuna rungu kan! Karena menikah itu bukan untuk main-main dan bukan untuk
sehari dua hari. Nah kalo abah sama umi serahkan semua keputusan ke kamu karena
kamu yang akan menjalani mahligai rumah tangga nanti”
“Abah
Laila Cuma minta ridho ,kalo abah bilang iya Laila mau teruskan ,tapi kalu ga
Laila ga teruskan”
“yaudah
kalo gitu saran abah kamu lanjut aja sama dia ,semoga dia adalah jodoh terbaik
yang dikirim Allah untuk kamu”
Laila
pun akhirnya sudah mendapat restu dari orang tuanya ,tapi disitu hati Laila
juga masih belum mantap
Karena
masih banyak timbul pertanyaan-pertanyaan “saya bisa ga ya?” “saya sanggup ga
ya menjalani hubungan komunikasi dengan dia?” kemudian Laila pun berkonsultasi
dengan guru ngajinya ,Laila menanyakan bagaimana pendapat guru ngajinya kalu
dia menikah dengan Agung yang memiliki kekurangan. Dengan nada pelan gurunya
pun menjawab “kamu adalah wanita yang mulia Laila kalau kamu menerima dia apa
adanya” . Tapi jawaban dari guru ngajinya itu pun belum bisa membuat hati Laila
mantap. Dengan proses yang sangat panjang Laila sholat istikharah ,Laila berdoa
memohon petunjuk pada Allah ,tetapi sampai beberapa minggu Laila belum
mendapatkan jawaban atas kebingungannya.
Kemudian setelah berminggu-minggu
dia dilanda kebingungan ,Laila pun mengirim sms ke seorang ustadz kenalan
abahnya ,dia menceritakan pada ustadz bahwa ia sedang ta’aruf dengan seorang lelaki
yang kondisinya tuna rungu dan bla bla bla ,Laila sms sangat panjang
diantaranya Agung itu seorang tuna rungu ,ustadz apakah saya bisa menjalani
hubungan rumah tangga ,apakah saya bisa menciptakan keharmonisan rumah tangga
dengan suami yang mempunyai keterbatasan seperti ini ,sedangkan kunci
keharmonisan rumah tangga itu adalah komunikasi. Beberapa jam Laila menunggu
sms balasan dari ustadz ,akhirnya sang ustadz pun membalasnya dengan jawaban
yang singkat dan langsung membuat wajah Laila seperti tertampar keras (Laila
tertunduk) membaca jawaban sang ustadz yang berisi “KEHARMONISAN RUMAH TANGGA
ITU BUKAN TERLETAK PADA KESEMPURNAAN PANCRA INDRA ,TAPI TERLETAK PADA KESIAPAN
HATI UNTUK SALING MEMBERI DAN MENERIMA”. Seketika itu Laila pun menangis ,Laila
berkata sebegitu sombongnya saya selama ini dengan cara berpikir bahwa saya
adalah makhluk sempurna sedangkan Agung tidak. Kebetulan waktu Laila menerima
sms itu Laila sedang berada di masjid ,Laila langsung sujud ,sholat dan berdoa
“ya Allah kalau Agung memang jodoh saya ,saya mantap.
Setelah Laila mendapatkan kemantapan
hati ,dihari itu juga dia bicara ke abahnya
“bah
,sekarang Laila sudah siap untuk menikah dengan agung ,abah beri tahu keluarganya
untuk melamar Laila”.
(Dengan
tersenyum abahnya menjawab) “Alhamdulillah abah senang mendengarnya ,iya nanti
abah bicarakan dengan keluarga Agung supaya segera melamar mu”.
Hari-hari
Laila sekarang pun diliputi rasa bahagia karena ia akan segera menikah dengan
Agung
,lelaki yang diberikan Allah untuknya ,walau sudah beberapa tahun tidak pernah
bertemu Laila yakin Agung bisa menjadi
imam yang baik untuk Laila dan anak-anaknya kelak.
Akhirnya setelah melewati proses
yang sangat panjang hari itupun tiba ,Agung menikahi Laila dengan mahar
seperangkat alat sholat dan alqur’an dan mereka pun telah sah menjadi suami
istri ,setelah selesai proses acara akad nikah Laila mengucapkan janji pada
Agung(sambil memegang tangan Agung) “mas Agung semoga niat baik yang kita
lakukan ini membawa berkah yang luar biasa untuk keluarga kita ,dan Laila
berjanji akan menjadi istri yang solehah ,yang setia pada mas Agung ,yang
selalu berada di sisi mas Agung dikala senang maupun susah. (Agung mengerti
ucapan Laila dengan melihat gerak bibir Laila) mengetahui Laila berbicara
seperti itu Agung sontak meneteskan air mata seraya berbicara dengan hanya
gerakan bibir dan hanya sedikit suara yang bisa keluar dari mulutnya ,dia
berkata
“Amin
semoga doa-doa kebaikan ini akan selalu mengiringi rumah tangga kita ,saya pun
berjanji akan menjadi suami yang baik untukmu ,akan menjadi imam yang baik untuk
mu dan anak-anak kita ,akan selalu setia padamu ,dan rasa sayang ku takkan
pernah berubah di kala suka maupun duka.