Translate

Sabtu, 15 Maret 2014




BAB II
PEMBAHASAN

A.Pengertian Konvensi Sastra
      Konvensi sastra adalah aturan sosial dan sesuatu yang disetujui atau disepakati masyarakat.
      Sistem sastra merupakan merupakan norma-norma sastra yang sudan tersusun secara teratur yang sudah disepakati.
      Karya sastra sifatnya longgar dan cipta individual,oleh karena itu karya sastra sering melanggar norma-normanya.
B.Sistem Sastra
B.1.Sistem Bahasa
Bahasa sebagai sistem simiotik primer.Bahasa merupakan  sistem tanda sebagai unsur bahasa mempunyai arti  tertentu yang secara konvensi disetujui dan harus  diterima oleh masyarakat. Sistem tanda dalam bahasa mengandung dua aspek:
      Konsepsi yaitu dasar pemahaman dunia nyata dan sikap penafsiran kenyataan serta sebagai dasar komunikasi.
      Sistem kemaknaan yaitu upaya pengertian tertentu.Misal ‘’mamak’’ beda dengan “pakde”,”paklek”,”oom” dan “paman”
B.2.Konvensi Budaya
Untuk membantu pemahaman karya sastra  Yang perlu mengetahui kebudayaan yang  melatarbelakangi karya sastra tersebut.
Misalnya:
      Prosa liris Linus Suryadi”Pengakuan Pariyem” sulit dipahami apabila tidak mengenal kultur jawa.
      Sajak Subagio Sastrowardoyo sulit dimengerti apabila tidak mengetahui dunia pewayangan.
B.3.Konvensi Sastra
Aturan sosial dan sesuatu yang disetujui atau  disepakati masyarakat.
Misalnya: Roman detektif mempunyai konvensi yang khas  yang harus diketahui pembaca,seperti adanya  mayat,pembunuhan,detektif,alibi dan  pembunuhan tersebut tidak mempunyai aspek  yang menyedihkan pada pembaca.

B.4.Jenis Teks
Teks sebagai ungkapan bahasa yang menurut  isi,sintaksis,pragmatik merupakan suatu  kesatuan.Berdasarkan pendapat tersebut  setidaknya terdapat tiga hal yang harus ada dalam sebuah teks,yaitu:
      Isi sangat berkaitan dengan konten dari sebuah teks. Teks yang baik harus mengungkapkan gagasan-gagasan atau gambaran-gambaran yang ada dalam kehidupan. Gagasan-gasasan atau gambaran-gambaran tersebut dituangkan dalam bentuk bahasa yang berupa penceritaan, lazimnya dalam bentuk drama dan prosa maupun untaian kata-kata, lazimnya dalam bentuk puisi. Isi dalam teks sangat berkaitan dengan semantik. Semantik merupakan salah satu kajian dalam bahasa yang berkaitan dengan makna. Isi dalam teks tidak ubahnya adalah makna-makna yang disampaikan pengarang. Pengungkapan makna ini dapat dilakukan secara terang-terangan, lugas, jelas maupun dengan tersembunyi.
      Sintaksis dalam tatabahasa diartikan sebagai tatakalimat. Secara sintaksis sebuah teks harus memperlihatkan pertautan. Pertautan itu akan tampak apabila unsur-unsur dalam tatabahasa yang berfungsi sebagai penunjuk (konjungsi) secara konsisten dipergunakan.
      Pragmatik berkaitan dengan situasi atau keadaan bahasa yang digunakan dalam keadaan tertentu. Teks merupakan suatu kesatuan bilamana ungkapan bahasa oleh para peserta komunikasi dialami sebagai suatu kesatuan yang bulat. Lebih lanjut dikatakannya bahwa  pragmatik merupakan ilmu mengenai perbuatan yang kita lakukan bilamana bahasa dipergunakan dalam suatu konteks tertentu.
B.5.Fungsi Teks
      Pemancar dan penerima (penulis dan pembaca sama-sama mempunyai maksud tertentu)
      Pesan (sejumlah tanda yang menunjukkan makna-makna seperti pemikiran,perasaan,ide-ide yang disampaikan)
      Konteks (keterkaitan suatu pesan dengan suatu kenyataan)
      Kode perwujudan dari pesan,tanda lambang yang bersistem kode terbagi dua primer yaitu berupa bahasa dan sekunder yaitu berupa struktur cerita bentuk matrik.
      Saluran (media penyalur pesan dalam sastra ialah bahasa)
B.6.Jenis Teks Sastra
Luxemburg membadi teks atas tiga jenis,yaitu
      Teks acuan , yaitu teks yang mengacu pada suatu konteks ( dunia nyata atau yang mungkin ada
Ø  Teks informative,menyatakan kenyataan faktual
Ø  Teks diskursif ,berisi fakta nalar seperti uraian ilmiah
Ø  Teks instruktif ,berisi pengajaran supaya keterampilan tersebut luas
      Teks ekspresif teks yang mengungkapkan perasaan, pertimbangan, pengalaman batin, dan sebagainya. Misalnya, cerita fiksi, puisi lirik
      Teks persuasif berfungsi mempengaruhi pendapat perasaan . Misalnya iklan



B.7.Isi Teks Sastra
Sastra merupakan cermin atau gambar mengenai kenyataan.Tapi dunia
melukiskan banyak hal yang dalam kenyataan tak pernah ada.  sekalipun
seorang pengarang mengungkapkan daya khayalnya dengan menciptakan
tokoh-tokoh yang tidak ada, yang hidup dalam ling­kungan khayalan, namun
tetap ada kaitan -kaitan tertentu antara tokoh-tokoh dan perbuatan
mereka, yang dapat dimengerti oleh pembaca dan dapat diterima
berdasarkan pengertian mengenai dunia nyata.


BAB III
PENUTUP
·         Kesimpulan  
Kesimpulannya dapat diringkaskan sebagai berikut: kalau kita kembali ke karya sastra, tujuan awal dan akhir ilmu sastra, jelaslah yang menentukan ciri khasnya adalah ketegangan antara inovention dan convention, antara sistem konvensi yang mengikatnya dan sekaligus diatasinya. Peneliti sastra yang tidak memperhatikan ketegangan itu tidak mungkin memahami karya sastra itu secara tepat: penelitiannya secara terisolasi selalu menghilangkan sesuatu yang esensial dari karya sastra ; dan hal itu berkonsekuensi langsung untuk penelitian sastra. Dalam hubungan ini perlu pula diperhatikan bahwa hubungan antara konvensi dan karya individual bukan suatu berian yang tetap; dalam hal ini terdapat perbedaan yang cukup besar antara masyarakat –masyarakat tertentu; khususnya dalam masyarakat tradisional barangkali umumnya konvensi lebih mengikat, pencipta karya sastra lebih patuh pada konvensi, sedangkan dalam kebudayaan modern justru penyimpangan, pembaharuan yang dianggap penting sehingga malahan dikatakan bahwa hanya karya sastra yang jelas-jelas merombak konvensi dapat bernilai.
·         Saran
Sebaiknya karya sastra maupun sistem sastra yang ada dinegara kita ini diharus diperhatikan lagi, karena menurut saya karya sastra yang dimiliki oleh orang Indonesia ini bagus-bagus. Dan sebaiknya juga masyarakat setempat harus bangga dengan karya yang dimiliki oleh negaranya sendiri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar